Mencatat apa saja yang menarik dan saya alami sehari-hari, ala kadarnya dan (semoga bukan) sekenanya

17 June 2012

Resensi Buku: Melejitkan Otak lewat Gaya Menulis Bebas

Foto: Pribadi
Menulis adalah kemampuan yang ingin saya kuasai. Disamping karena bermanfaat, menulis bisa membuat -seperti yang anak sekarang bilang- jadi eksis. Kita pun bisa mengekspresikan apa yang kita fikirkan, yang kita alami. Bahkan dengan menulis bisa mendatangkan materi atau koneksi untuk bisnis. Seperti yang ditulis oleh Ollie dalam bukunya yang pernah juga saya ulas disini.

Karena itu kalau ada buku-buku tentang kepenulisan, apalagi dengan pendekatan yang baru, saya akan tertarik untuk membacanya. Maka saat saya jalan-jalan dan nyasar ke blog teman, dan disana ada resensi buku yang menarik untuk dibaca, saya pun akhirnya membelinya dan membacanya.

Bukunya berjudul Melejitkan Otak Lewat Gaya Menulis Bebas (Free Writing). Buku ini ditulis oleh Jubilee Enterprise dan diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo. Sebenarnya ini bukan buku baru, buku ini terbit pada tahun 2011 dan entah kenapa saya baru membacanya sekarang dan mengulasnya.

Apa yang membuat saya tertarik buku ini? Yang paling utama adalah karena membahas soal free writing. Selama ini, yang saya tahu, belum ada buku yang membahas secara khusus tentang free writing oleh penulis Indonesia dan dalam Bahasa Indonesia. Satu-satunya yang pernah saya baca adalah buku terjemahan dari bukunya Peter Elbow berjudulu Writing Without Teachers yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Merdeka dalam Menulis. Buku ini diterbitkan oleh IPublishing tahun 2007. Buku ini walau isinya bagus, tapi saya kurang bisa menikmati dalam edisi terjemahan ini. Juga buku ini, yang edisi terjemahan belum pernah saya lihat di toko buku. Saya membelinya dari toko online.

Tadinya saya mengira buku ini akan membahas tentang otak. Seperti halnya buku-buku pengembangan diri lainnya. Tapi ternyata dugaan salah, terutama setelah membaca resensinya saya baru tahu kalau buku ini lebih banyak membahas tentang free writing. Andai saya langsung ke toko buku dan melihat buku ini, mungkin saya tidak tertarik untuk melihatnya lebih jauh.

Walau sedikit disinggung, tentang otak, di sampul belakang bukunya ada tulisan yang menarik. Saya kutipkan disini
"Otak lebih hebat dari yang kita bayangkan. Jika kamu memerasnya dengan cara yang tepat, otak mampu memproduksi ide-ide brilian dalam waktu singkat. Caranya ambil kertas, atau nyalakan komputer, dan gunakan salah satu metode menulis yang paling efisien di dunia, yaitu free writing"
Kutipan ini adalah motivasi awal untuk memulai menulis, khususnya dengan gaya free writing.

Mengapa free writing? Karena free writing adalah metode yang paling bersahabat untuk membantu seorang yang ingin menyampaikan gagasannya tapi hingga kini belum terwujud. Selain itu, free writing membutuhkan kinerja otak secara maksimal. Seperti tujuan dalam buku ini yaitu melejitkan potensi otak lewat tulis menulis (hal xvi).

Free writing adalah kegiatan menulis yang merupakan kebalikan dari normal writing (hal 2). Prinsip dari free writing adalah menulis dengan bebas, tanpa berhenti, selama waktu tertentu. Maksudnya bebas adalah terbebas dari aturan-aturan yang membelenggu dalam menulis, seperti harus dengan tata bahasa tertentu, harus dengan gaya tertentu atau dengan aturan yang tertentu. Aturan-aturan seperti ini akan menghambat proses menulis. Free writing dijalankan dengan menulis terus menerus tanpa berhenti dengan alasan apapun. Misalnya berhenti karena ide sudah tidak ada yang bisa ditulis, karena mengedit kata-kata sebelumnya, atau berhenti karena hal lain. Kalau kehabisan ide tulis saja apa yang terlintas di kepala. Ya apa pun bahkan yang tidak berkaitan sekalipun. Nanti baru diperbaiki saat proses editing. Free writing dibatasi dalam waktu tertentu. Bisa 10 menit, 20 menit, 30 menit atau 1 jam terserah kita mana yang nyaman. Yang penting dalam waktu tersebut diusahakan jangan berhenti menulis.

Itu adalah prinsip-prinsip utama yang diulas dalam beberapa bab selanjutnya di buku ini. Disamping itu diulas juga tentang bagaimana mengatasi keringnya ide saat menulis. Kering ide adalah hal yang sering dialami oleh penulis, sebagai pemula pun saya sangat merasakan itu. Cara mengatasinya bagaimana? Ajukan pertanyaan-pertanyaan perihal yang dibahas. Semakin banyak pertanyaan yang bisa kita ajukan akan semakin banyak juga bahan tulisan yang tersedia. Yang pada akhirnya akan lebih memudahkan kita dalam menulis (lihat Bab 6).

Disamping membahas tentang teori, di buku ini juga membahas bagaimana mempraktekkan free writing. Untuk memudahkan, praktek free writing adalah dengan menulis tentang diri sendiri yang umumnya disebut autobiografi. Kenapa menulis tentang diri sendiri? Karena segala sesuatu tentang diri kita pasti kita ketahui. Dengan begitu akan memudahkan kita menulis dan mempraktekkan free writing. Untuk memudahkannya lagi, diberi contoh pertanyaan-pertanyaan tentang diri kita dan segala seluk beluknya. Pertanyaan-pertanyaan ini untuk mengumpulkan bahan sebanyak mungkin sebelum memulai menulis secara free writing tentang diri kita.

Menurut saya, contoh-contoh pertanyaan untuk penulisan autobiografi kita ini terlalu banyak. Itu semua bisa dilihat dalam Bab 10 yang memakan sebanyak 80-an halaman dari total 163 halaman buku ini. Ini berbeda sekali dengan pembahasan tentang editing yang cuma 6 halaman. Padahal, editing adalah proses yang tidak kalah pentingnya setelah melakukan free writing. Dengan editing kita bisa mengoreksi tulisan kita di free writing yang amburadul. Menyusun lagi paragraf-paragraf agar lebih runut dan menyelaraskan bahasa yang digunakan agar enak dibaca.

Hal lain yang juga kurang adalah sampul buku yang kurang atraktif. Sampul yang ada masih kurang menarik perhatian. Hingga kalau misalnya saya ke toko buku, tidak tertarik untuk melihat buku ini lebih jauh. Dan mungkin karena itu juga saya baru menemukan bukunya sekarang dan membacanya. Itu pun bukan karena lagi jalan ke toko buku, tapi karena tulisan review nya di blog.

Yang juga membuat penasaran adalah penulisnya. Di sampul bukunya dan di beberapa halaman depan hanya tertulis kalau yang menulis buku ini adalah Jubilee Enterprise. Tidak ada keterangan siapa saja yang menjadi penulisnya kalau ini ditulis secara ramai-ramai. Di daftar isi sebenarnya tertulis halaman Tentang Penulis, tapi saya mencari-cari tidak menemukannya ada di halaman mana. Selama ini yang saya tahu dari melihat-lihat di toko buku, tim Jubilee Enterprise banyak menulis tentang komputer.

Walaupun begitu, buku ini tetap wajib dibaca. Terutama oleh orang-orang seperti saya yang sering mengalami kering ide, sering tiba-tiba macet menulis, malas menulis. Membaca buku ini kita jadi termotivasi sekaligus diberikan kiat agar menulis menjadi lancar. Seperti yang dijanjikan di sampul belakang buku ini
“Setelah membaca buku ini, kamu bakal bisa menulis apa pun yang kamu suka – novel, cerpen, karya ilmiah, non fiksi, biografi, dan banyak lagi – dengan ide-ide kreatif”

Parenting? foto: Pribadi
Tampaknya buku ini ditujukan kepada peminat menulis yang masih muda-muda. Terbukti dengan seringnya penggunaan kata 'kamu' dalam uraian-uraiannya. Disamping itu bahasa yang digunakan sederhana dan cukup segar, khas anak muda.

Satu lagi, percaya tidak kalau buku masuk dalam kategori Parenting? Kalau tidak percaya lihat di sampul belakang buku ini di pojok kanan bawah!


Judul buku : Melejitkan Otak lewat Gaya Menulis Bebas (Free writing)
Penulis : Jubilee Enterprise
Penerbit : Elexmedia Komputindo
Terbit : 2011
Halaman : xix + 163
Harga : Rp 34.800

4 comments:

  1. Aha, saya juga bukan penulis profesional...jadi, menarik sekali apa yang ditulis tentang free writing ini.

    Menulis dengan banyak meng-edit biasanya malah membuat tulisan mandeg alias tidak maju-maju. Itu yang sering saya alami.
    Metode free writing ini kayaknya perlu dicoba deh, thanks buat masukannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih bu? Kok kalau saya baca tulisan2 di blog ibu itu enak dibaca tulisannya dan mengalir begitu aja. Dan seperti sudah profesional deh :-)

      Delete
  2. dengan memikirkan mutu otak malah jadi terkekang dan tak bisa bebas mengalir..

    ReplyDelete
    Replies
    1. berkaitan dengan mutu, benang merah dari buku ini menulis terdiri dari 2 proses:
      - proses produksi kata2. jangan fokus mutu pada proses ini. fokus bikin sebanyak2nya kata2 atau kalimat. freewriting sangat membantu dalam proses ini.
      - proses editing. nah disini mutu harus menjadi fokus.

      cmiw ya.

      Delete