23 February 2015

EF#7 – The Tale of Sop Janda

Sop Janda from Bekasi (click for bigger picture)
Janda in English mean a widow. And “sop janda” can be translated to 'a widow soup' or 'soup of a widow'. Strange name right? Yea, at least for me.

I dont know why the soup that consist of meat and several bone named “sop janda”. Some said that its because in the old time, there was a widow who open stall that serve soup. The taste is good, and so many customer told to the others about the stall, and then the stall became famous. Other said that, the soup that served in hot condition, is like hugh a widows. Sound naughty, right? And the last one, 'sop Janda' is abbreviation of 'sop Jawa Sunda'. Again, I dont know which one is right, but the name is so catchy for me.

First time I know about “sop janda” is when I work in MM2100 Industrial Area, Cibitung, Bekasi, several years ago. In one corner of these area there a stall that served “sop janda” and always crowded with its customer, especially when in a lunch time. And now, because of the famous name of “sop janda”, so many stall that served meat soup and call it “sop janda”. So, “sop janda” became a generic name for meat soup. Moreover, “sop janda” is claimed as meat soup originally from Bekasi.

And if you curious about that, you don't need to go to MM2100 Industrial Area. You just visit Bekasi and go to Pekayon and Rawapanjang area. From toll gate Bekasi Barat turn to the right. And you can see the stall in the main street of these area.

As you can see on the picture above, I take picture of the stall that located in Rawapanjang area. Not far from my house.

Note: this posting is my first submission to the English Friday challenge of Blog English Club
Read More »

17 February 2015

Instalasi Ulang Android Lenovo A390

Gara gara iseng dan ceroboh, ponsel android ku, Lenovo A390 tidak bisa digunakan. Saat dinyalakan hanya mentok di tulisan dan logo Lenovo, ponsel tidak muncul menunya.

Penyebabnya adalah karena iseng melakukan update aplikasi, dan ceroboh me-remove aplikasi yang bermasalah setelah diupdate. Aplikasi Apex Launcher tersedia update baru di playstore, dan seperti biasa saya melakukan update karena ada fitur baru dari update tersebut. Tapi setelah diupdate ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Aplikasi tiba-tiba berhenti dan sering memunculkan jendela konfirmasi. Tentu ini jadi mengganggu.

Saya mencoba mencari cara mengatasinya. Dan dicoba beberapa kali restart hasilnya tetap sama. Yaitu muncul pemberitahuan kalau ada error pada launcher dan otomatis muncul kotak dialog. Akhirnya terpikir untuk diremove saja. Tindakan ceroboh itu yang membuat ponsel benar-benar tidak bisa digunakan. Saat direstart terhenti pada logo Lenovo saja.

Padahal tadinya saya mengira dengan me-remove Apex Launcher, maka yang jadi pengganti adalah Lenovo Launcher yang merupakan launcher bawaan dari ponsel. Tapi ternyata Lenovo Launcher nya sudah saya remove saat baru menginstall Apex Launcher, dan saya lupa.

Karena panik dan tidak menemukan solusi, maka jalan terakhir (menurut saya) adalah mending diinstall ulang saja. Atau di flash ulang ROM nya kembali ke Stock ROM. Tentu saja ini dengan resiko kehilangan beberapa data. Untungnya ada beberapa yang sempat di backup, jadi tidak terlalu banyak data yg hilang.

Cara melakukan instalasi ulang pun sebenarnya tidak terlalu susah untuk diikuti. Karena tidak terlalu ribet. Tinggal mengikuti beberapa step saja dengan runut.

Ini peralatan yang saya butuhkan:
  1. Laptop yang terinstall Windows 7
  2. Ponsel Lenovo A390 dan kabel data USB
  3. Software yang dipakai: driver untuk lenovo a390, SP Flashtool, stock ROM Lenovo A390. Setelah di download, extract masing-masing file itu ke salah satu folder di laptop. Khusus untuk stock ROM, hapus file "checksum.ini" setelah di-extract.

Langkah flashing
  1. Install driver. Pastikan ponsel Lenovo A390 saat kabel data USB dicolok ke laptop dikenali setelah proses instalasi driver selesai. Setelah itu lepas ponsel dari kabel USB.
  2. Jalankan SP Flashtool (flash_tool.exe), lalu klik tombol Scatter-Loading dan pilih file scatter yang ada di folder stock ROM yang tadi diextract.
  3. Lalu klik tombol Download, lalu colokkan ponsel yang sudah dilepas baterai nya ke kabel USB. Dan tunggu proses flashing selesai, yang ditandai dengan munculnya kotak dengan lingkaran hijau.
  4. Nyalakan ponsel lagi, dan nikmati ponsel seperti dalam kondisi baru software nya.

Dengan selesainya flashing ROM Lenovo A390 ini, berarti saya sudah pernah flash ulang android di beberapa ponsel. Yaitu Lenovo A390, Sony X10 Minipro dan Samsung Galaxy 5.
Read More »

04 February 2015

Pohon Sosis yang Menggemaskan

Pohon sosis, ini saat musim kemarau, pohonnya tidak rindang dan buahnya kurus
Saat mencari tempat shalat di salah satu sudut di Dufan, saya melewati pohon yang menggemaskan. Dari jauh sudah terlihat buah-buahnya yang lonjong berwarna coklat dan bergelantungan seperti diikat tali. Sementara pohonnya sendiri rindang dan meneduhkan.

Semakin mendekat melihatnya saya semakin gemas dengan buahnya. Kelihatannya segar dan enak dimakan, apalagi bergelantungan dan tidak terlalu tinggi sehingga bisa dipegang. Ini membuat orang yang melewati daerah situ tertarik untuk melihat, memegang dan bahkan ada yang menuliskan coretan di buahnya. Yang terakhir ini tidak perlu dicontoh, karena akan merusak buah dan merusak keindahannya.

Bunganya pun bagus dengan warna merah tua. Apalagi kalau saat mekar di tengahnya ada semacam putik yang menjulur ke luar.

Saya penasaran dengan pohon dan buah ini jadi sengaja berlama-lama berteduh sambil memperhatikan. Ternyata di bawah pohonnya ada papan dengan tulisan yang sudah agak memudar “kigelia pinnata atau pohon sosis”. Itu lah nama pohon dan buahnya yang yang bikin gemes itu.
Papan nya sudah lusuh, letaknya di bawah, jadi kalau tidak memperhatikan tidak terlihat tulisan ini

Saya baru pertama kali lihat pohon ini di Dufan, dimana lokasinya yang satu di dekat wahana Turangga-rangga dan di dekat pintu masuk depan kantor untuk pembuatan annual pass. Di tempat lain di Jakarta walaupun sudah belasan tahun tinggal dan keliling Jakarta, belum pernah melihat pohon ini. Makanya saat pertama lihat saya cukup lama memperhatikan pohon ini.

Tadi iseng browsing di google, ternyata banyak blogger yang menuliskannya dan rata-rata kesannya adalah bikin gemes dan menarik perhatian orang. Di antara blogger itu ada yang menceritakan saat melihat di Tahura Ir. Djuanda Bandung, ada yang di halaman kampus Unej Jember dan juga di kebun raya Bogor.

Menurut Wikipedia, pohon sosis ini namanya Kigelia Africana. Pohon ini asalnya tumbuh di daratan tropis Afrika yang membentang dari Chad hingga Afrika Selatan. Kigelia berasal dari bahasa setempat (Mozambik) yang artinya sejenis makanan sosis. Makanya di sini disebut sebagai pohon sosis karena bentuknya seperti sosis raksasa.

Sementara pohonnya tinggi bisa mencapai lebih 20 meter dan berdaun lebat jika turun hujan sepanjang tahun dan akan sedikit gugur kalau tiba musim kemarau.

Buahnya berukuran panjang antara 30-100 cm dengan diameter sekitar 18 cm. Buahnya berwarna hijau kalau masih muda dan warna kecoklatan kalau sudah tua. Buahnya kalau dibelah terdiri dari serat dan ada beberapa biji di dalamnya. Buah ini tidak bisa dimakan oleh manusia, konon beracun. Tapi biji-bijinya nya sering dimakan oleh binatang seperti babun, gajah, jerapah, monyet dan mamalia lainnya.

Di samping itu menurut kepercayaan orang Afrika buahnya adalah bisa digunakan sebagai obat-obatan untuk rematik, digigit ular atau obat kesurupan. Bisa juga digunakan untuk perawatan kulit. Nah ini untuk perempuan, silakan dicoba.

Pohon dan buah sosis ini banyak ditanam sebagai tanaman hiasan karena bunganya yang bagus dan juga buahnya yang unik. Tapi kalau ingin menanamnya harus disesuaikan tempatnya agar buahnya tidak membahayakan orang yang ada di sekitar kalau buahnya jatuh. Bisa bikin terluka atau bisa penyok kalau mengenai mobil.

Disamping di daerah tropis Afrika tanaman ini juga bisa ditemui di beberapa wilayah di India, Australia. Kalau di Indonesia sendiri, berdasar blog yang saya baca baru ada di Dufan Jakarta, Kebon Raya Bogor, Taman Hutan Rakyat Ir. Djuanda Bandung dan di halaman Unej Jember. Mungkin bisa ditambahkan kalau ada yang lain yg tahu dimana ada pohon sosis ini.

Saya masih penasaran siapa yang pertama kali membawa pohon ini ke Indonesia, termasuk juga siapa yang ada ide menanam pohon ini di Dufan.
Read More »

02 February 2015

Mari Mencoba Ubuntu

Mencoba hal baru buat sebagian orang mungkin akan terasa menyulitkan. Tetapi kalau mau menyempatkan sedikit waktu untuk mempelajarinya ternyata tidak sesulit yg dibayangkan.

Itu jg hal yang saya rasakan saat pertama kali mencoba Ubuntu. Kalau dibaca di majalah, pembahasan di milis-milis, terkesan kalau Ubuntu itu sulit untuk dipelajari, sulit untuk dipakai. Atau bahkan Ubuntu itu hanya untuk orang yang jago komputer, geek. Tapi setelah dicoba menjalankannya ternyata tidak sulit, bahkan mengasyikkan.

Malahan saat awal mencobanya, ternyata tidak harus dengan menginstall di komputer kita. Tapi cukup hanya dengan menjalankannya lewat CD drive, atau biasa disebut dengan live CD. Dengan begitu, kita tinggal nyalakan komputer, set agar bisa booting lewat CD drive, tunggu sampai muncul menu utama Ubuntu dan siap untuk dicoba-coba.

Tampilan desktop Ubuntu

Dengan live CD kita bisa mencoba dan mengetahui gambaran awal bagaimana Ubuntu digunakan. Kita bisa mencoba aplikasi standar bawaan Ubuntu, seperti Libreoffice yang merupakan paket aplikasi office lengkap yang tidak kalah dengan MS Office. Atau mengotak-atik setting agar sesuai dengan keinginan kita, misalnya mengubah wallpaper desktop.

Tentu saja mencoba dengan live CD ini ada kekurangannya. Misalnya komputer akan terasa lambat karena program dijalankan dari CD. Belum lagi kalau ada masalah dengan kepingan CD nya, atau speed drive nya yang lambat. Karena umumnya live CD dimaksudkan untuk sekedar mencoba menjalankan Ubuntu saja.

Untuk merasakan yang sebenarnya ya harus dengan cara menginstallnya di komputer atau laptop kita. Ada dua jenis menginstall, yaitu hanya Ubuntu yang diinstall di komputer kita dan dengan dual boot dimana Ubuntu di install berbarengan dengan Windows di satu komputer.

Kalau saya memilih cara dual boot, yaitu Ubuntu saya install bersamaan dengan Windows 7. Ini karena masih ada beberapa kegiatan yang masih lebih mudah jika dilakukan dengan Windows. Misalnya saat ingin mengotak-atik ponsel android saya tools nya hanya tersedia dalam platform Windows. Atau juga terkadang komputer saya dipakai oleh orang lain yang hanya terbiasa memakai Windows.

Disamping itu, dengan dual boot juga bisa memaksa diri saya untuk menggunakan Ubuntu untuk kegiatan sehari-hari. Dan jika dalam kegiatan itu tidak bisa dilakukan dengan Ubuntu, maka tetap bisa menggunakan Windows. Atau juga kalau ada pekerjaan yang mensyaratkan menggunakan Windows dan aplikasi nya, saya tidak kerepotan.

Menjalankan libreoffice

Sampai dengan saat ini, saya melakukan kegiatan sehari-hari sudah cukup dengan menggunakan Ubuntu dan aplikasinya. Misalnya untuk mengetik dokumen, mengolah angka dengan spreadsheet dan membuat presentasi sudah bisa terpenuhi dengan aplikasi Libreoffice.

Untuk keperluan internetan, saya biasa browsing dengan menggunakan browser Chromium atau Firefox, mengelola email POP dengan Thunderbird, membaca sindikasi rss dengan Liferea.

Saya juga sering mengedit foto, cropping, resize dll yang bisa dilakukan dengan Gimp. Memotong lagu bisa dengan Audacity dan juga mengedit video serta membuat photo slide show dengan aplikasi Openshot atau Kdenlive.

Untuk memainkan multimedia pun gampang. Ada VLC yang bisa memainkan berbagai format video dan audio. Ada juga player bawaan dari Ubuntu nya yang juga bagus.

Ya intinya hampir semua aplikasi untuk kegiatan sehari-hari sudah bisa dilakukan dengan Ubuntu dan aplikasinya. Namun begitu, ada satu hal yang saya belum menemukan solusinya di Ubuntu, yaitu aplikasi untuk flashing di smartphone android. Sementara ini aplikasi untuk flash android hanya tersedia di platform Windows. Karena itu dengan dual boot, masih tetap bisa menggunakan Windows untuk keperluan itu.

Internetan juga gampang

Ini lagi buat menonton film

Saat ada masalah dalam menggunakan Ubuntu pun, juga tidak susah untuk mencari solusinya. Biasanya dengan mencari di Google sudah mendapatkan solusinya. Apalagi saat ini makin banyak situs-situs yang menyediakan tanya jawab dan solusi seputar permasalahan Ubuntu, misalnya Askubuntu, OMGUbuntu, Ubuntuforum, dan masih banyak lagi yang lain. Atau malah lebih praktis lagi dengan mengikuti milis ubuntu Indonesia, karena bisa tanya jawab langsung dengan bahasa Indonesia.

Mau mencoba Ubuntu sekarang? Gampang, tinggal download iso-nya secara gratis, burn ke CD atau ke USB flashdisk, jalankan dan install. Ya segampang itu. Untuk aplikasi-aplikasi nya pun juga nanti tinggal download dari software center nya juga secara gratis.

Begitulah, dan setelah saya ingat-ingat, tidak terasa saya sudah lumayan lama menggunakan Ubuntu. Saya menggunakannya sejak tahun 2006 hingga sekarang.
Read More »