15 October 2012

Modus Penipuan

October 15, 2012
Saat sibuk dengan pekerjaan, tiba-tiba handphone saya berbunyi. Ada panggilan dari nomer yang tidak saya kenal, 082372545433. Saya biasanya paling malas menerima telpon dari nomer yang tidak dikenal. Tapi umumnya tetap saya angkat, karena kadang-kadang itu telpon dari teman atau saudara yang sudah ganti nomer.

Saya sengaja menuliskan nomer si penelpon dengan lengkap. Karena setelah membaca dialognya di bawah, anda akan tahu kalau ada gelagat yang tidak benar.

Akhirnya telpon pun saya angkat. Kira-kira dialognya seperti ini. Penelpon (P), dan Saya (S).

P : “Selamat siang pak”

S : “Siang”

P : “Ini saya dari PT Sido Muncul. Maaf ini dengan Bapak siapa?”

Saya sudah mulai curiga. Pertama, jika penelpon sudah mengenal saya dan ada perlu dengan saya, pasti akan langsung menyebut nama saya. Yang ini malah menanyakan siapa nama saya. Yang kedua, PT Sido Muncul? Saya tidak pernah berhubungan pekerjaan atau punya kenalan di PT Sido Muncul. Kalau pun ada, seperti saya bilang tadi, pasti akan langsung menyapa dengan nama saya. Atau paling tidak memperkenalkan dulu namanya. Dan mengkonfirmasi apakah saya masih ingat atau tidak.

Karena curiga, lalu saya jawab. Tapi saya usahakan dengan nama, identitas dan hal lain yang palsu. Untuk jaga-jaga saja kalau terjadi yang tidak diinginkan.

S : “Oh, nama saya Andri. Bisa saya bantu Pak?”

P : “Begini Pak Andri. Saya dari PT. Sido Muncul. Dalam rangka memperkenalkan produk barunya, PT Sido Muncul mengadakan kuis. Pak Andri terpilih secara acak untuk bisa mengikuti kuis ini secara langsung”.

S : “O ya?”

Saya makin curiga. Dan penasaran apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh penelpon ini. Yang jelas, saya tidak pernah memasukan nomer telepon saya untuk ikut-ikutan kuis. Tapi rupanya penelpon ini jeli juga, dia menggunakan kata-kata “dipilih secara acak”.

Lagian, mana ada perusahaan yang memperkenalkan produk barunya dengan cara kuis secara one to one seperti ini. Yang ada adalah melakukan kuis di media massa, agar efek yang diinginkan, yaitu produknya bisa dikenal, dapat tercapai karena menjangkau banyak audiens.

P : “Iya. Pak Andri tidak perlu repot-repot. Saya hanya akan memberikan pertanyaan dan Bapak tinggal menjawab secara langsung. Kalau jawaban Bapak benar, akan mendapatkan Rp 5 juta. Tapi kalau Bapak salah menjawab, Bapak tidak mendapatkan apa”

Dengan nada yang datar, saya masih tetap layani

S : “O, begitu..”

P : “Pak Andri sudah siap? Kalau sudah siap, saya bisa mulai sekarang?”

S : “Iya”

P : “Pertanyaan pertama, Di mana lokasi pabrik PT Sido Muncul? Jawaban (A) di Bandung, (B) di...”

Belum sampai penelpon meneruskan kata-katanya, saya memutuskan telpon. Saya merasa sudah cukup kalau ini ada niat yang tidak baik. Dan kalau pun saya teruskan, malah buang-buang waktu saja.

Andaipun si penelpon belum menyerah tentu dia akan menelpon lagi. Saya pun sudah persiapkan jawabannya jika ia bertanya kenapa telpon terputus. Saya bisa jawab karena tidak sengaja, karena jaringan, atau karena pekerjaan (saya ada di depan bos, lagi meeting, dst nya).

Tidak lama kemudian telpon saya berbunyi lagi. Dari nomer yang sama sebelumnya menelpon. Saya pun penasaran untuk mengangkatnya lagi dan ingin tahu mau ngomong apalagi si penelpon ini.

P : “Halo Pak Andri”

S : “Iya”

P : “Pak Andri, kamu itu binatang ya!”

Si penelpon bicara dengan nada marah dan dengan logat dari suku tertentu. Sepertinya dari logat suku di luar Pulau Jawa. Dia pun segera memutus pembiciraan dan telpon masih berbunyi tut.. tut.. tut.. Padahal saya masih ingin mendengarkan ungkapan kemarahan dia apalagi yang dia akan ucapkan.

Sepertinya si penelpon tahu kalau saya sudah mencurigai gelagatnya. Apalagi saat saya tiba-tiba memutuskan sambungan telpon. Makanya saat dia menelpon lagi, dia langsung mengungkapkan kata-kata kasar.

Saya menduga ini modus penipuan. Modusnya adalah jika saya memenangkan hadiah saya diminta untuk menyetorkan pajak terlebih dahulu untuk meng-klaim nya. Atau saya diminta mengecek hadiahnya yang sudah di-transfer di mesin ATM. Lalu saya dituntun seakan-akan disuruh mengecek, tapi sebenarnya men-transfer ke rekening si penipu. Kejadian serupa yang mirip-mirip seperti ini sudah banyak memakan korban.

Saya jadi teringat seorang teman yang juga mengalami hal seperti ini. Sebenarnya teman saya ini sudah tahu kalau ada gelagat penipuan. Tapi dia tetap ikuti alur dan maunya si penipu untuk mengecek uang hadiah yang sudah di-transfer di ATM.

Teman saya tetap datang ke ATM dan diapun memasukkan PIN nya seperti biasa. Tapi setelah itu teman saya malah ngerjain si penelpon. Penelpon menginstruksikan untuk memencet tombol tertentu tapi temen saya tidak melakukannya, tapi mengaku sudah mengikuti instruksinya.

Itu dilakukan terus sampai penipu itu sendiri tidak sadar kalau dikerjain juga sama temanku ini. Sampai si penipu kehabisan pulsa dan telpon nya terputus. Tapi si penipu tetap melanjutkan pembicaraan lagi yang tadi terputus. Akhirnya temanku yang tiba-tiba memutuskan pembicaraan.

Dan seperti yang saya alami di atas, si penipu menelpon lagi dan mengucapkan kata-kata kasar, nama-nama binatang ke kebun binatang ke teman saya. Tentu saja teman saya hanya tersenyum saja.

Nah, apakah teman sekalian pernah mengalami hal semacam ini?

Akhir-akhirnya ini modus penipuan seperti ini sedang marak. Jadi lebih baik berhati-hati kalau ada yang memberi tahu mendapatkan hadiah atau hal-hal lain, apalagi kalau masih harus mentransfer sejumlah uang untuk mencairkannya.
logoblog
logoblog

8 comments:

  1. blm pernah sih.. tp sy juga suka males ngangkat nomer telp yg gak sy kenal.. semoga jgn pernah sy ngalamin spt ini ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bu, semoga tidak mengalami. dan saya menulis ini dengan maksud agar pembaca juga menjadi waspada. soalnya pdkt nya kadang2 meyakinkan banget. ya ujung2nya sih kalau disuruh mengeluarkan uang / transfer dulu, sebaiknya jangan diikuti... :-)

      Delete
  2. pernah juga ketipu..
    huhu..,

    jadi sedih makin banyak penipuan..

    :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. kejadiannya gimana? semoga tidak terulang lagi dan teman yang lain tidak mengalaminya.

      Delete
  3. hore... hari ini ane juga kena tipu... untung cuma 900ribu tapi sakiiiiittt...

    ReplyDelete
  4. Hari ini saya jyga ditelpon dengan percakapan yg sama kaya. Dan saya ikutin intruksi ke atm. Dia nyuruh saya masuk ke menu ecash dan dia nuruh masukin kode gtu. Lalu ada tulisan nama dengan nominal 4 jutaan. Tp untungnya atm saya sebelumnya keblokir. Jd tulisan silayarnya. Maaf anda tidak bisa melanjutkan transaksi karena sudah melampaui batas pin. Saya gak tau deh harus seneng apa nggak

    ReplyDelete
  5. Kemarin aku juga dapet awalnya aku mah agak bodoamat pas ditanya nama sama tinggal dikota mana aku jwbnya asal aku jwb nama saya kosasih dan tinggal dimagelang nah pas dia bilang ingin menawarkan kuisnya gatau kenapa saya lnsgung kaya jujur gitu saya bilang sebenarnya pak saya nama saya bukan kosasih tapi.. dan saya tidak tinggal di magelang tapi di tangerang.. eh tiba tiba dia jawab saya tau kok klo ibu berbohong saya tau ibu dari banten . Akhirnya saya ikuti dan teman teman saya bilangnyaa itu benaran yauda saya ikutin dan saya menjawab pertanyaannya benar semua . Trus saya disuruh u/ mencairkan uangnya diatm nnti akan diarahkan caranya seperti apa. Dia itu ngomongnya mahir bgt dan gatau kenapa selana dia ngomong saya gaada niatan untuk nanya itu real atau gmnaa atau seperti ingin menyelidiki jdi itu kaya diperobotkan gitu .. dan dia bilangnya nnti jam 7 akan ditayangkan dimetro tv .. untung aja saya pas mau ke atm byk bapa bapa yang bilang jgn dipercaya itu niatan ingin membobol atm anda

    ReplyDelete
  6. Baru saja saya juga ditipu rekening atas nama dodi saputra ,no rek 576001007224537 ,ditelpon juga dengan percakapan yang sama ,untungnya cuma sebesar 27000 jadi saya bisa iklasin ,tapi hati2 buat yang lain ,saya ingin sekali memberi pelajaran buat orang seprti ini tapi saya tidak tau harus bagaimana ,tolong bagikan nomor rekening penipu itu ,agar tidak ada lagi yang tertipu

    ReplyDelete