23 July 2012

Ramadan dan Resolusi Menulis

I love writing
(gbr: fianzoner.blogspot.com)
Salah satu hikmah ramadan adalah disiplin. Kita dilatih disiplin semenjak bangun dini hari untuk sahur, menahan makan, minum dan menahan diri hingga waktunya berbuka. Tentu saja disiplin untuk menjaga perbuatan dari hal-hal yang negatif dan membatalkan puasa. Itu kita lakukan setiap hari sebulan penuh. Dengan harapan, bekas latihan disiplin tadi akan membekas di bulan-bulan berikutnya.

Dalam momen disiplin ini, saya mencoba menerapkannya dalam kebiasaan menulis. Dari buku-buku petunjuk menulis yang saya baca, untuk lebih menguasai menulis disamping mempelajari teknik-tekniknya juga latihan dengan disiplin dan terus menerus. Salah satu buku yang awalnya memicu saya adalah buku Mengikat Makna dan Quantum Writing yang diterbitkan oleh Mizan di awal tahun 2000-an.

Untuk itu, saat berpuasa ramadan adalah momen yang pas untuk melatih disiplin menulis. Saya mencoba dengan menulis setiap hari selama ramadan. Tulisan bebas tentang apa saja dan panjang pendeknya juga terserah. Yang penting harus menulis setiap hari. Format tulisan adalah berupa tanggal dan isi tulisan. Jadi semacam catatan harian.

Ini mulai saya lakukan pada ramadan tahun 2011 lalu. Hasilnya adalah pada minggu pertama ramadan setiap hari ada tulisan dan lumayan panjang. Minggu kedua dan ketiga tidak setiap hari ada tulisan dan tulisan pun kadang-kadang pendek karena kehabisan ide atau bingung mau menulis apa. Dan pada minggu terakhir mulai rajin lagi setiap hari ada tulisan, walau tulisannya agak singkat-singkat.

Tulisan hasil menulis ramadan tahun lalu memang hanya untuk pribadi dan tidak di posting di blog. Sengaja hanya sebagai koleksi pribadi karena isinya kadang-kadang terlalu pribadi dan 'malu' kalau sampai harus dibaca orang. Walaupun ada beberapa tulisan yang kalau dipoles sedikit dan dirangkai dengan tulisan lain bisa menjadi isi blog. Ini juga tujuannya agar saat proses menulis tidak ada beban bahwa tulisan akan dibaca orang yang membuat latihan disiplin menulis ini jadi tidak berjalan lancar.

Ramadan tahun ini (2012) saya melakukannya lagi. Dan syukurnya sampai dengan hari ketiga berpuasa masih cukup lancar latihannya dan terasa lebih lancar dibanding tahun lalu. Semoga latihannya akan bisa bertahan sampai dengan ramadan berakhir nanti.

Membaca tulisan yang saya buat tahun lalu saya mendapatkan kesan tersendiri. Saya jadi ingat apa saja yang saya lakukan pada ramadan dulu dan hal-hal yang saat itu menjadi perhatian saya. Itu seperti kita melihat lagi foto-foto kita di album lama. Ada yang lucu, ada yang memalukan dan ada yang datar-datar saja.

Manfaat yang saya rasakan dengan latihan ala kadarnya itu, adalah saya makin mudah dalam menulis. Makin mudah mendapatkan ide dan menuangkannya menjadi tulisan. Dan walau itu ala kadarnya, tapi menjadi 'sesuatu' buat saya.

Bagaimana dengan anda? Apakah tertarik juga untuk melakukan hal yang sama?

9 comments:

  1. Kalau saya menulis di blog tidak perlu target. Cth : bsk mesti atau harus ada tulisan baru. Ini seperti membuat saya tertekan.
    Saya menulis apa yang ingin saya tulis, kalau gak ada ide yah jalan2.
    Setidaknya dapat ide baru untuk menuangkan kedalam tulisan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya maksudkan bukan menulis untuk blog mas. Tapi menulis yang tidak dipublikasikan. Bisa di komputer, kertas atau buku secara rutin selama puasa. Tujuannya untuk melatih saja. Kenapa tidak dipublikasikan? Biar kita tidak tertekan karena tulisan kita ga karu2an.

      Tapi saya setuju, kadang2 dengan target membuat kita tertekan.

      Delete
    2. owhh sorry mass, salah pengertian tadi :D

      Delete
  2. ramadhan atau tdk sy berusaha utk terus disiplin rutin menulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini yang saya belum bisa. semoga setelah latihan ini jadi bisa disiplin menulis terus kayak mama ke2nai ini :-)

      Delete
  3. Selamat menulis di bulan suci ini. Semoga jadi sanagat bermanfaat bagi para pembaca kelak, step by step.

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you kharis, saya berharap sebelum bermanfaat buat pembaca, kegiatan ini bisa bermanfaat buat saya dulu. minimal jadi lebih gampang dalam menulis kelak setelahnya. sedikit demi sedikit, saya sudah mulai rasakan hasilnya.

      Delete
  4. hebat nih mas Kamal, kalau saya mah belum mampu mas menulis tiap hari.. salut deh..

    met Ramadhan mas.. kapan mudik ke Jombang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, ga hebat la mas. wong cuma coret2an yang hanya dibaca sendiri dan ga dipublikasikan. ini tentu gampang. karena ga takut jelek tulisannya atau malu dibaca orang. ini cuma sekedar pelepasan dan latihan agar yang ada di pikiran gampang gampang tumpah ke kertas/layar monitor :-)

      selamat ramadan jg kang akbar. biasanya pulang kampung berangkat dari sini hari kedua lebaran. lebaran dan sungkeman dulu sama keluarga istri disini.

      Delete