23 December 2010

Adakah Premium non Subsidi?

Kalau yang sekarang heboh dibicarakan, yaitu soal pembatasan subsidi BBM jadi diberlakukan Maret 2011 nanti, maka kendaraan pribadi (plat hitam) sudah tidak boleh pakai BBM premium. Sebagai gantinya adalah 'dipaksa' pakai Pertamax atau sejenis itu yang dipasarkan oleh SPBU non Pertamina.

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah tidak ada pilihan lain ketimbang 'pemaksaan' tersebut?

Seperi kita tahu BBM di SPBU Pertamina yang beredar saat ini adalah Premium dengan oktan 88 (bersubsidi), Pertamax dengan oktan 92 dan Pertamax Plus dengan oktan 95. Dua yang terakhir adalah tidak di-subsidi, dan karena itu harganya selalu naik turun mengikuti harga pasar.

Nah nanti kalau kebijakan itu sudah diberlakukan, berarti pemilik mobil yang biasanya pakai Premium (oktan 88) akan langsung loncat ke Pertamax (oktan 92).

Di milis toyota-kijang yang saya ikuti ada ide yang cukup menarik perihal peralihan jenis BBM ini. Intinya kira-kira seperti ini yang bisa jadi alternatif:

  • Pertamina menyediakan BBM Premium dengan spek yang sama persis (oktan 88) tapi dengan harga yang tidak di-subsidi. Katakanlah Rp 5.000 - 6000 an. Yang ini tentu lebih murah ketimbang Pertamax
  • Pertamina membuat jenis BBM baru dengan oktan di-atas 88 tapi di bawah 92. Ini tentu harganya jadi lebih murah ketimbang Pertamax


Dasarnya adalah dari kebutuhan mobilnya itu sendiri. Masih menurut yang diutarakan salah satu sesepuh di milis tersebut adalah bahwa mobil-mobil seperti Yaris, Altis, Jazz RS, Avanza, Terios, APV bisa diisi BBM dengan oktan 88 tanpa problem kenapa musti diganti ke oktan 92? Kenapa tidak diadakan alternatif membuat BBM non subsidi dengan oktan di bawahnya?

Buat saya yang tidak mengerti otomotif, sepertinya itu ide yang masuk akal. Gimana menurut anda?

No comments:

Post a Comment