05 October 2017

Factory Reset atau Flash Ulang?

October 05, 2017
Sebenarnya banyak masalah yang berkaitan dengan ponsel android bisa diselesaikan dengan factory reset dan tanpa perlu melakukan flash ulang. Misalnya ponsel sudah mulai lelet, ada aplikasi error, atau fungsi lain yang sudah tidak berfungsi baik.

Atau jika anda beli ponsel bekas, atau terima hibahan dari seseorang, akan lebih enak kalau dilakukan factory reset dulu. Disamping agar bisa berasa seperti ponsel baru, karena settingan dan data-data yang lama akan terhapus, juga settingan akan kembali seperti settingan dari pabrik. Tentu saja anda harus menginstal aplikasi-aplikasi yang diperlukan.

Factory reset ini juga mudah, bisa dilakukan sendiri. Jadi tidak perlu harus ke service center. Ini sangat terasa jika anda tinggal jauh dari service center, atau konter yang memberikan jasa perbaikan. Jadi anda bisa hemat waktu dan hemat uang.

Persiapan

Sebelum melakukan factory reset, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Agar nanti setelah proses reset selesai anda tidak repot. Karena proses factory reset ini pada dasarnya adalah menghapus semua isi ponsel, sehingga ponsel hanya terpasang software dan aplikasi seperti pada saat keluar dari pabrik. Makanya disebut sebagai factory reset.

Karenanya beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
  1. Catat semua user dan password dari akun anda: Google, Gmail, BBM, Line, dan akun lain jika ada.
  2. Backup contact dan sms. Lalu simpan berkas backup di media simpan eksternal (SD Card, atau simpan ke PC) ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk proses ini.
  3. Backup data Whatsapp ke media simpan eksternal. Tapi kalau anda tidak ingin menyimpan chat yang lama, proses ini tidak perlu dilakukan.
  4. Simpan foto-foto, video dan file-file lain yang masih diperlukan pindahkan ke media simpan eksternal.
  5. Catat semua aplikasi yang sekarang terinstall, agar nanti saat setelah proses reset selesai, menginstall aplikasi lagi tidak ada yang tertinggal.
  6. Siapkan waktu dan sedikit kesabaran

Memulai proses factory reset

Proses factory reset bisa dilakukan dengan 2 cara: melalui menu About dst atau melalui akses Recovery (bagi yang sudah biasa flash ulang, pasti sudah tau hal ini).

Cara termudah adalah melalui menu Setting → Backup & Reset → Factory data reset setelah di klik tinggal tunggu sampai proses selesai. Biasanya ditandai dengan restart dan muncul menu selamat datang dan memasukkan google account. Setelah itu tinggal dilanjutkan dengan mengembalikan lagi file-file data yang tadi kita backup dan install aplikasi-aplikasi yang kita butuhkan. Dan selamat, ponsel anda sudah seperti baru lagi (walau bekas :-) )

menu backup reset
Pilih backup and reset untuk masuk ke factory data reset

factory data reset
Pilih factory data reset untuk memulai

Selain cara di atas, bisa menggunakan akses recovery. Ada kombinasi tombol tertentu untuk masuk ke recovery ini. Kelebihan dari cara ini adalah anda bisa sekaligus menghapus cache, dalvic, sebelum melakukan factory reset. Yang mana ini akan membuat ponsel anda lebih bersih dari file-file yang tidak diperlukan dan proses nya juga lebih cepat. Saya pribadi lebih senang dengan cara yang kedua ini. Sayangnya tidak semua ponsel dikasih akses untuk masuk ke recovery. Malahan ada yang diprotect segala bootloadernya.

Untuk Lenovo A6000+ cara masuk recovery adalah dari posisi ponsel mati tekan tombol volume atas, bawah lalu tombol power secara bersamaan, dan tunggu sampai muncul menu recovery.

recovery a6000+
Factory data reset dari akses Recovery

Pengalaman sendiri factory reset di Lenovo A6000+

Ada pengalaman saat baru pertama beli Lenovo A6000+ sekitar 2 tahun yang lalu. Android yang terpasang adalah android versi Kitkat tapi upgradable ke Lollipop. Tentu saja dengan metoda OTA, yang mana nanti akan muncul notifikasi kalau versi Lollipop nya sudah tersedia.

Setelah pemakaian 2 mingguan ada notif kalau Lollipop sudah tersedia. Langsung saja saya klik dan ikuti proses upgrade. Upgrade dimulai dengan download yg lamanya tergantung koneksi. Besar file sekitar 1,8 gb. Dan proses upgrade nya sendiri sekitar 15 menit.

Enaknya upgrade seperti ini adalah tidak seperti upgrade melalui flash ulang, yaitu tidak mengubah setting atau menghapus contact, sms, dll. Jadi tinggal menunggu proses upgrade selesai dan ponsel akan bisa digunakan seperti biasa.

Saat digunakan lagi ponsel sudah mulai terlihat bedanya. Tampilan makin fresh. Beda sekali sama saat masih Kitkat yang nampak kaku. Tapi sayangnya saya merasakan mulai ada yang kurang. Baterai lebih cepat habis, GPS yang agak lama nge-lock nya, sehingga susah kalau digunakan untuk navigasi, kamera juga agak lama autofokus nya, jadi kalau digunakan untuk ambil foto sering kurang fokus dan kadang-kadang malah blur. Beberapa aplikasi juga agak lambat (lag).

Karena sudah mulai kurang nyaman dipakai beberapa minggu, akhirnya saya flash lagi balik ke ROM versi Kitkat seperti bawaan saat baru beli. Walau hal ini dengan risiko tampilan terlihat kuno.

Lalu saya coba baca-baca lagi dan cari info tentang upgrade ke Lollipop. Apa masalah yang saya alami tadi juga dialami oleh user lain. Dan ternyata banyak yang mengalami hal yang macam-macam, seperti yang saya alami. Diantara solusi dari forum, untuk mengatasinya adalah melakukan factory data reset setelah melakukan upgrade ke Lollipop.

Akhirnya saya lakukan upgrade lagi ke Lollipop seperti sebelumnya via OTA. Tapi kali ini setelah proses upgrade selesai, saya lanjut dengan factory data reset. Setelah beres, baru diinstall lagi aplikasi-aplikasi yang diperlukan.

Hasilnya ponsel masih enak dipakai sampai hampir 2 tahun. Dengan tampilan yang lebih segar dibanding sebelum upgrade. Fungsi-fungsi yang lain juga normal. Gps cepat nge-lock dan juga kamera yang cepat fokus, apalagi kalau pakai touch focus.

Singkatnya setelah upgrade tampilan lebih bagus, lebih gegas saat dipakai dan semua berfungsi normal.

Akhirnya

Kalau ponsel anda sudah mulai ga enak dipakai, berani tidak melakukan factory data reset? Atau mending ganti ponsel baru saja? :-)

Semenjak itu saya jadi demam factory reset. TV, kamera digital atau perangkat lain yang ada menu factory reset, saya lakukan hal itu. Bagusnya semua kembali ke settingan awal, dan kita bisa setel lagi seperti yang kita inginkan.
Read More »
logoblog