15 May 2015

Semalam di Cirebon

Mumpung lewat Cirebon, ada waktu satu malam untuk beristirahat dan menikmati suasana kota Cirebon, setelah ada acara di Purwokerto. Kebetulan jalur yang kami lewati adalah dari Purwokerto menuju jalur pantura via Tegal – Brebes – Cirebon.

Tapi masalahnya adalah dimana menginap dan kemana kalau mau mencoba makanan khas, sambil beristirahat. Sementara rombongan kami tidak pernah ada yang pengalaman jalan-jalan ke kota Cirebon, info pun minim. Saya sendiri pernah ke Cirebon lebih dari 10 tahun lalu. Tentu saja saya sudah lupa dan Cirebon pasti sudah jauh berubah dari sejak saya ke sana.

Sekarang yang jadi andalan hanyalah informasi dari internet lewat google. Sambil melakukan perjalanan Tegal – Cirebon kami mencari informasi hotel, tempat makan, dan tempat lain yang menarik dikunjungi.

Tempat menginap

Setelah kontak ke beberapa hotel akhirnya kami memilih hotel yang lumayan bersih di daerah Jl. Siliwangi. Kami sengaja memilih daerah ini karena banyak sekali hotel dari berbagai kelas yang berlokasi di sini. Lokasinya di tengah kota sehingga strategis kalau akan berkeliling kota. Kami menginap hotel Aurora Baru, berseberangan dengan Amaris dan Metland hotel. Ternyata tidak terlalu sulit untuk mendapatkan kamar, padahal telponnya sudah sore, di malam minggu yang biasanya agak susah untuk mendapatkan kamar kosong.

Sekitar jam 7 malam kami sampai hotel. Kamarnya lumayan luas dan cukup bersih, walau ada sedikit kekurangan di kamar mandinya. Ada kran yang bocor dan kloset duduknya bergerak saat diduduki. Itu kami ketahui pas sudah malam jadi kami terima aja tanpa komplen petugas hotelnya.
Kami cek-in dan membersihkan badan sebentar sebelum berangkat mencari makan malam.

Makan malam

Rencananya ingin makan nasi jamblang khas Cirebon. Disebut nasi jamblang, karena nasinya dibungkus dengan daun jamblang (daun jati). Kami berkunjung ke Nasi Jamblang Mang Dul, jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 4 atau berseberangan dengan Mal Grage Cirebon. Ternyata dari hotel tidak sampai 10 menit perjalanan menggunakan mobil untuk sampai ke tempat ini.

nasi jamblang mang dul, cirebon
Nasi jamblang habis tersantap

Saat kesana lumayan ramai, mungkin karena malam minggu dan nasi jamblang Mang Dul ini lumayan terkenal, makanya jadi penasaran untuk mencoba.

Saya memesan nasi 2 bungkus, jangan kaget, 1 bungkusnya ini lumayan kecil, seperti sego kucing, makanya saya perlu 2. Lauknya telur dadar, ikan asin jambal, tempe goreng dan tentu saja sambel nasi jamblang yang khas, walau tidak terlalu pedas. Atau kalau suka bisa dicoba juga semur jengkol dan tahu.

Kami lahap makannya, mungkin karena lapar akibat perjalanan yang lumayan. Tapi bukan hanya kami, di meja lain di sekitar kami juga tampak pada lahap makannya. Seakan-akan seperti lomba menyantap makanan saja.

Di sela-sela semangat nya kami makan, ada sedikit 'kehebohan' yang dilakukan oleh salah satu pelayan di tempat makan ini, sepertinya pelayan yang sudah senior. Ia dengan suara agak keras seperti mengucapkan pengumuman, “Ayo kumpul-kumpul... ayo nambah.. jangan ragu-ragu.. jangan pikir-pikir...” Begitu kira-kira teriakannya yang membikin kami sedikit terkaget dan tersenyum saat memperhatikannya. Rupanya ini cara khas di warung ini untuk menarik perhatian para pengunjungnya. Saya tidak tahu apa selalu ada teriakan seperti ini atau pas kebetulan saat kami berkunjung saja.

Harganya pun tergolong murah untuk ukuran tempat makan yang lumayan terkenal, ramai pengunjung dan rasa yang enak. Yang saya makan tadi termasuk minum cuma habis sekitar Rp 15 ribuan.

Kalau tidak suka nasi jamblang, di sederetan ini ada beberapa tempat makan yang juga ramai pengunjung. Ada nasi lengko dan ada juga empal gentong. Atau barangkali ingin mencoba ketiganya? Saya sendiri saat belum makan, seperti lapar mata ingin makan ini-itu. Tapi setelah menghabiskan sepiring makanan yang saya pesan, perut terasa kenyang dan sudah tidak tertarik untuk mencoba makanan lain. Hanya senang melihat-lihat saja.

Setelah makan nasi jamblang, sebenarnya kami ingin berkeliling menikmati suasana kota Cirebon di malam minggu dengan catatan kalau tidak terlalu capai dan ngantuk. Tapi apa daya, setelah perut terisi dan kena udara segara di malam hari, ternyata membuat kantuk jadi terasa. Akhirnya kami mengarahkan mobil ke arah hotel di jl. Siliwangi.

Tempat makan kaki lima yang ramai pengunjung

Tapi dalam perjalanan menuju hotel ada tempat makan kaki lima yang kelihatan tampak ramai yang ada di pinggir jl. Dr. Wahidin. Kami penasaran makanan apa yang sampai ramai dikunjungi orang itu. Setelah mendekat ternyata tempat ini menjual makanan dengan nama Mi Get. Saya tidak tahu apa artinya, tapi yang jelas ini adalah mi instan yang dimasak secara khusus. Bumbu yang ada di bungkusnya tidak dipakai semuanya, terus ditambahi dengan kecap dan saos cabe dan bumbu lain sehingga rasanya jauh berbeda dengan mi intan aslinya. Yang pasti tentu rasa pedasnya karena banyaknya irisan cabe rawit yang disertakan saat masak.

mie get cirebon
Kerumunan kru mie get. Kerumunan pengunjungnya ada di ujung sananya lagi

Kami pun penasaran untuk mencobanya, walau kami memesan 1 porsi untuk 2 orang karena kami baru saja makan nasi jamblang. Menu yang favorit adalah mi goreng super pedas. Atau kalau tidak suka mi goreng bisa memilih mi rebus. Tentu yang dimasak secara khas.

Setelah mencoba mi get, kami benar-benar pulang ke hotel, karena sudah kenyang dan ingin istirahat agar besok pagi segar bangun tidurnya.

Cari sarapan dan oleh-oleh

Sekitar jam 8 pagi kami bersiap-siap untuk chek cout. Rencana mau cari sarapan yang khas, cari oleh-oleh dan cari tempat wisata sambil melanjutkan perjalanan pulang ke jakarta. Untuk tempat sarapan sebenarnya kami tidak memiliki tujuan yg pasti. Hanya jalan saja dan nanti kalau ada tempat yang menarik baru kita berhenti.

Waktu itu melintasi jalan di sudut kota, ada tempat yang pagi itu sudah ramai orang makan. Sementara di kiri kanannya toko-toko masih belum buka. Nama warungnya Nasi Lengko H. Barno, jl. Pagongan no. 15B.

nasi lengko h. barno cirebon
Beberapa mobil pengunjung nasi lengko h. barno

nasi lengko dan sate kambing
Nasi lengko, sate kambing dan kerupuk.. nyamm

Kami memesan nasi lengko dengan tambahan sate kambing. Tidak seperti nasi jamblang yang porsi nasinya kecil, nasi lengko ini porsinya lumayan besar. Buat saya 1 porsi bisa untuk 2 orang untuk porsi sarapan pagi. Akibatnya kami tidak bisa menghabiskan porsi makanannya. Nasi lengko terdiri dari nasi, irisan tahu dan tempe, timun, daun kucai, toge yang diatasnya dilumuri dengan bumbu kacang dan kecap.

Setelah makan nasi lengko, kami mencari oleh-oleh. Kebetulan saat menuju nasi lengko H. Barno, kami melewati ujung Jl. Siliwangi yang banyak sekali toko oleh-oleh yang berderet di sini. Tepatnya di sekitaran depan Pusat Grosir Cirebon (PGC). Agar leluasa, saya memarkirkan mobil di parkiran PGC dan berburu oleh-oleh di sederetan toko-toko itu.

Bermacam-macam oleh-oleh khas Cirebon bisa diperoleh di kawasan ini. Mulai terasi, ikan asin, kerupuk dan lain-lain.

Kini saatnya untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta sambil mencari tempat wisata yang searah dengan perjalanan pulang. Tapi sayangnya tempat yang tuju tidak ketemu saat dicari. Akhirnya kita langsung bablas masuk tol ke luar kota Cirebon dan pulang menuju Jakarta.

Sepertinya perlu waktu lebih lama untuk menjelajah dan menikmati kota Cirebon.

6 comments:

  1. Kangen Cirebooon!!! Hahahhaa. Kapan itu minep di metland. Nyobain nasi jamblang bu nur, mang dul dan nasi lengko yang sama Mas. Hihihi. Bu Nur lebih sedep kata beberapa orang. Tapi belom nyoba makanan kaki limanya tuh Mas. Huehehe. Aaaak. Kangen deh ama Cirebon!

    ReplyDelete
  2. kulinernya bikin ngileeer hehehe. Kayaknya Cirebon itu gak jauh-jauh banget dari Jakarta. Pengen ah suatu saat ke Cirebon :)

    ReplyDelete
  3. pengen ke cirebon lagi sambil nyobain toll baru

    ReplyDelete
  4. Sepertinya sudah lama tidak ke Cirebon, jadi pengen kesana lagi.

    ReplyDelete
  5. Gak makan Docang dan juga surabi cirebonnya mas? Docang itu enak banget. Kalau untuk nasi jamblang saya lebih rekomen Bu Nur dibanding Mang Dul. Utk seafood bisa makan bandeng duri lunak di dekat Grage Mall kalau malam - sebelum Grage kalau dari jalan Siliwangi.

    ReplyDelete
  6. apakah anda pecandu narkoba dan ingin menghilangkan racun akibat dari narkoba yuk klik disini Obat Penghilang Kecanduan Narkoba | Obat Pecandu Narkoba, Ace Maxs, Jelly Gamat QnC

    ReplyDelete